pre wedding photogpraphy
food & beverage photography
interior & architectural photography
baby, children, & family potrait photography


Selasa, 01 Mei 2012

Perlu ga belajar teknik dasar fotografi?

Perlu ga belajar teknik dasar fotografi? Pertanyaan itu sering muncul dalam obrolan dengan para kawan, baik yang baru belajar ataupun sudah mahir fotografi, bahkan yang tidak paham soal fotografi. Lantas pembicaraan ini pun bisa menjadi sebuah perdebatan yang sangat panjang..

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah obrolan ringan dengan seorang teman yang mengeluh karena foto pernikahannya banyak yang "ga jadi". Yang teman saya maksudkan adalah foto banyak yang ngeblur karena goyang, atau dalam istilah fotografi dikenal dengan camera shake. Maklum, yang memegang kamera bukan orang yang paham betul teknik fotografi. Hal itu sebenarnya dapat dihindari jika paham teknik dasar fotografi. Di sini teknik dasar menjadi penting atau perlu dipelajari.

Tapi seorang teman lagi, yang juga fotografer berpengalaman bilang, kalau mau gampang pakai saja mode P atau setting saja kamera di kotak hijau, maksudnya Auto. Pendapat ini juga benar. Lebih mudah dan praktis, apalagi jika yang memegang kamera orang yang belum sempat belajar fotografi. Hampir dipastikan gambarnya jadi, paling tidak ya tidak goyang. Di sini mempelajari teknik dasar fotografi menjadi tidak terlalu penting.

Kamera yang ada sekarang sudah canggih dan memudahkan pengguna. Tidak perlu pusing-pusing belajar pencahayaan, bukaan diafragma, white balance, dsb..tinggal jepret dan silakan nikmati hasilnya. Bagus..Kamera saku yang dijual saat ini dapat dipaki dengan mudah dan memang untuk itulah teknologi ada, memudahkan pengguna.

Kembali ke persoalan perlu tidaknya belajar teknik fotografi, akhirnya kami pun sepakat jawabannya bisa perlu dan tidak perlu. Perlu ketika kita ingin menyelami dunia fotografi, bermain-main dengan teknik fotografi, dan menguasai kamera yang kita pakai. Sehingga kita ingin membuat gambar seperti apa, kita tahu caranya. Paling tidak tekniknya kita paham. Karena ada beberapa kondisi yang memang membutuhkan teknik-teknik khusus, seperti membuat foto siluet, panning, memotret pada kondisi minim cahaya (low light), dsb. Artinya foto yang dibuat tidak hanya asal "jadi" atau terang saja.

Namun mempelajari teknik seakan menjadi "tidak perlu" kalau kita sudah cukup puas dengan hasil yang diperoleh dengan mode Auto atau Program. Karena pada kasus-kasus tertentu, moment lebih penting daripada soal teknis. Pada foto jurnalistik misalnya, kalau momentnya tepat, foto itu menjadi sangat kuat. Meski secara teknis kurang baik, tapi ketika itu menjadi satu-satunya foto pada moment puncak, bisa dipastikan foto itu menjadi sangat berharga. Dalam hal ini moment mengalahkan teknis..

Selasa, 25 Oktober 2011

Saiful & Poppy





Rabu, 12 Oktober 2011

Pre wedding David & Tita